Babu 101: Yang Perlu Kamu Siapkan Saat Hendak Pelihara Kucing

by - Maret 05, 2021

babies. 
Masih dalam episode menjadi babu magang yang berusaha memahami kucing secara otodidak. Kali ini aku mau berbagi guide-line dasar ala newbie dalam hal memelihara kucing –terutama stray cat yang di-rescue.
Sebagai peringatan, semuanya berdasar pada pengalaman pribadi dan pengetahuan dari para babu di autobase koceng, jadi kalau ada yang keliru atau perlu ditambahi please colek aku di kolom komentar, okew
Mari kita mulai:
Catatan penting, memelihara kucing itu bukan soal tingkah lucunya aja!
Ya, hewan berbulu satu ini memang lucu, sih. Bulu-bulunya bikin gemoy, apalagi kalau masih kitten. Aktif banget, bun. Namun, pelihara kucing bukan soal hepi-hepinya aja, loh! Masih ada kebiasaan-kebiasaan kucing yang ajaib bukan main dan sebagai babu kudu siap sedia:’)
Nah, kukira satu bulan pertama jadi babu kucing dari kitten dan indukan itu sudah paling rusuh, ternyata selanjutnya lebih parah. Potty training, drama menyapih, dilema udah boleh makan dryfood atau belum, parahnya kalau mulai muncul kondisi kesehatan yang enggak baik. Asli, ini mah namanya uji sabar dan telaten. 
Pelihara kucing bakal menguras waktu, tenaga, dan juga biaya. Membentuk kebiasaan harus telaten ngenalin pelan-pelan ke si kucing. Yang enggak kalah penting, asupan tiap hari harus terjamin, plus perintilan-perintilan lain yang makin hari makin warna-warni.
Kiddos~
Well then, kalau sudah komitmen bakal merawat sepenuh hati, mari kita menemukan pujaan hati anabul. Please, pertimbangkan rescue atau adopsi dibanding membeli, ya! Kenali si anabul secara umum, lalu kamu perlu: 

1. Siapkan keperluan dasar 

Makanan jadi hal paling penting sebagai kebutuhan hidup si kucing. Kamu bisa pakai dryfood yang banyak dijual di petshop. Sebagai awalan, pilih makanan yang sesuai dengan perkiraan usia atau saran dari pemilik sebelumnya, serta kondisi kantong 😽.
Selain makanan, perhatikan juga minuman buat si anabul. Terutama jika si kucing masih kecil dan tidak ada induk. Kamu perlu menyediakan susu khusus kucing. Hindari memberikan susu untuk manusia, ya!
Nah, keperluan mendasar lain yang mendesak adalah seperangkat alat buang hajat bagi si anabul, termasuk di dalamnya litter box, pasir, serok. Apalagi kalau nantinya kucing full indoor

2. Luangkan Waktu untuk PDKT

Sama seperti halnya menghadapi gebetan, ke anabul pun perlu pendekatan, apalagi rescue. Kenali dulu kucing yang hendak kamu tembak termasuk stray cat atau feral cat. 
Beri makanan dan coba elus perlahan bagian tengkuk si meng. Hati-hati, antisipasi gerak refleks mencakar dari si kucing. Lakukan kontak terus menerus sampai doi merasa akrab denganmu. Ajak si kucing main-main setiap hari. Ini berguna loh buat bonding antara babu dan majikan. 

3. Research

Fyi, dunia perkucingan ini amatlah ajaib. Perlu banyak ilmu agar bisa mengerti anabul luar dalam hingga membuat majikan sejahtera. Maka dari itu, penting banget buat do own research lalu divalidasi dengan bertanya pada ahlinya.
Hindari banget coba-coba based on Google, terutama untuk hal-hal menyangkut kesehatan si anabul. Ikut komunitas pecinta hewan bakal bantu kamu dapat informasi lebih banyak. 

4. Check-up kondisi Anabul

Yap, yap. Bawa pet ke dokter hewan itu fardhu ‘ain alias wajib!
Waktu pertama kali rescue Smuti aku skip bagian ini, kukira doi baik-baik saja, ternyata enggak, dong! Akhirnya ketahuan waktu dibawa ke vet dia punya diare yang cukup mengkhawatirkan. 
Nah, setelah commit memelihara, ada baiknya membawa peliharaan tersayang ke layanan kesehatan untuk check-up. Penting banget, karena mungkin saja terdapat penyakit yang membahayakan si kucing atau bisa menular ke manusia.

5. Steril or not Steril

Mungkin bagi sebagian orang, perkara steril peliharaan masih menjadi perdebatan sengit. Well, enggak heran, sih. (Apasih steril kucing?)
 Namun, menurutku ini menjadi concern utama ketika hendak mulai memelihara kucing. Karena berkaitan dengan sanggup tidaknya memelihara kalau saja nanti anak berbulu hamil —atau menghamili kucing lain. 
Ya, kalau kuat merawat sendiri anak-anaknya, alhamdulillah. Kalau enggak, mungkin bisa juga open adoption dengan 1001 persyaratan bagi adopter agar kehidupan anabul tetap terjamin –tapi susah enggak, sih, nyarinya? 
Beauty Smoothy
Based on Smuti, di minggu awal perkenalan, kucing stray mungkin masih ogah disentuh, ogah main, dan ogah-ogahanlah pokoknya sama si Babu kaya ‘yee, siapa sih, lu?’ gitu. Sabar, ya! Setelah lewat hitungan bulan, doi bakal melunak –apalagi kalau terus dimanja, hehe.
Kalau ingin si anabul betah di rumah, coba beberapa hari awal tahan untuk enggak keluar-keluar. Ribut? Beuh jangan ditanya ngeong-ngeong mulu pasti, terlebih kucing stray sudah terbiasa berkelana ke sana-sini. Yang penting, tetap luangkan waktu untuk main. Kucing enggak suka dikurung dalam keheningan.
Di ceritaku, entah sudah terbiasa atau memang enak jadi anak rumahan –atau doi capek diomeli babunya? Smuti sekarang sudah jauh lebih jarang menghilang tiba-tiba. Anteng aja sambil mantengin anaknya main-main. Ah, jadi senang mbak babu enggak takut Smuti disikat pejantan garang. Heuheuh
Yak, begitulah celoteh babu magang jalan dua bulan. Semoga manfaat, ya!
Buat yang belum bisa rescue, kamu tetap bisa tunjukkan kasih sayang ke kucing, kok. Caranya? Mulai dengan sesederhana tidak melukai kucing jalanan, either secara fisik atau mentalnya. Bisa juga dengan membawa pakan kucing untuk street feeding, memberikan donasi bagi anabul yang membutuhkan, atau ikut organisasi non-profit yang bantu melindungi dan menyejahterakan hewan-hewan tanpa pawrents.
Siapa tahu, kan, kebaikan pada hewan-hewan lusyu ini mendatangkan rezeki lain buat kamu. Salam dari babu magang~

Yuk, cek artikel yang ini!

4 komentar

  1. Kak Jejen, apa yang Kakak alami, sama banget dengan yang aku alami waktu awal ngerawat ucing 😂. Aku sempat dilema apakah si kitten udah boleh makan atau belum, apakah kasih dry/wet food 😂. Akhirnya, aku kasih makan wet food aja dan untungnya dia sukaaa. Tapi lucunya, begitu dikasih dry food, dia nggak mau, tapi kalau makan tulang lunak ayam, dia mau 🤣. Sampai sekarang masih kurang suka dry food padahal disuguhi tiap hari. Kadang kalau udah laper banget sih, dia mau makan dry food, itupun juga sedikit 😂.
    Toilet trainning juga susaah~ mereka lebih milih poop di kebun daripada di litter box mereka 🤣 akhirnya aku menyerah dan membiarkan mereka poop di kebun aja dan nggak sediain litter box lagi, soalnya bukan dipakai untuk poop, malah dipakai buat guling-guling dan bikin lantai jadi kotor 🤣
    Biarpun jadi babu, tapi lihat tingkah laku mereka tuh sueneng banget, gemesinnn, bikin lupa diri kalau status kita babu mereka 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, apa sampe sekarang anabul makannya masih wetfood, Kak? Aku kasih wetfood terus lumayan bikin engap di kantong ya wkwk T.T Lebih bagus gitu sih kak, lumayan menghemat tenaga juga ga bersihin litter box dan sediain pasir wkwk. Dulu waktu kitten belajar pake litter box, suka cemilin pasirnya hadeehh.
      WKaowkoakw status di bawah Paduka Kucing ya Kak😂

      Hapus
  2. mbak Jennn, ahli banget di dunia per-anabul-lan.
    dari sini aku tau kalau udha komit pengen punya anabul kudu siap lahir batin ya hehe, semuanya kudu dipertimbangkan dengan baik
    adik aku yang minta dibolehin pelihara kucing ga dikasih ijin, karena dia males banget merawat peliharaannya, kayak ayam contohnya. kalau ga dimarahi dulu ya ga dibersihkan kandangnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alooo Mbak Ainun, kebetulan aku masih newbie banget di dunia perbuluan ini😂 Bener-bener kudu udah mantep, Mbak, bersedia susah senang bersama. Ngerasain repotnya udah kaya ngurus bayik *padahal beloman punya bayi wkw T.T

      Hapus