Angkuh

by - Juli 22, 2018

source : Pinterest

Dua bulan, hampir, sudah terasa lama sekali. Sudah seperti pikun apa rasanya bertatap. Kamu yang perhatian, kamu yang sabar, yang mudah panik, dan posesif. 

Semasa berjarak, aku belajar untuk menahan sendu sendiri, mematikan rasa, dan ingin berhenti berpikir, semua tentang kamu, tentang kita. Panjang khayal agar tetiba lupa, musnah. 

Saat aku berusaha melangkah pergi, kamu berlari, kembali. Membawa sesal di punggung tangan.

Dengan ratusan pesan, puluhan panggilan, bersurat di semua jejaring sosial. Berusaha mengikis  baluarti, setitik demi setitik. Seolah tidak cukup. Kamu ada di mana-mana. 

Tapi maaf, sayang, aku terlanjur pongah. 

Angkuh membangun benteng besar bertajuk harga diri. Mengukuhkan yang ambruk, redam. Berjerih payah mengembalikan bungah. 

Sendiri.


Hela napas di dua hari yang panjang.




Yuk, cek artikel yang ini!

0 komentar